HomeArtikelAdaptasi Kebiasaan Baru di Tengan Pendemi Covid – 19

Adaptasi Kebiasaan Baru di Tengan Pendemi Covid – 19

-

Asshodiqiyah.id – Sejak Senin 2 Maret tahun 2020 pertama kalinya ditemukan dua orang pasien yang terkonfirmasi dan didiagnosa inefksi virus corona, hingga hari ini setidaknya sudah ditemukan total 713.000 kasus di Indonesia.

Hampir genap satu tahun virus corona ada di Indonesia, yang memberikan banyak dampak negatif dengan menelan korban jiwa kurang lebih 21.237 orang telah meninggal dunia, kerugian secara ekonomis yang hampir menimbulkan resesi pada perekonomian di Indonesia, yaitu penurunan pertumbuhan ekonomi dalam kuartal berturut-turut.

Berbagai usaha dan upaya dilakukan mulai dari pemberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yaitu upaya karantina wilayah kesehatan di Indonesia, penyediaan fasilitas shalter untuk karantina dan isolasi pasien virus corona, peningkatan di bidang kesehatan untuk dapat menangani peningkatan infeksi virus, penerapan protokol kesehatan diseluruh tempat, hingga penemuan-penemuan baru vaksin dari virus corona, faktanya hingga hari ini pendemi virus corona belum juga berakhir di seluruh dunia.

Seiring dengan perubahan epidemologi penyakit hampir tiap negara di dunia melakukan penyesuaian (melonggarkan) terhadap pembatasan sosial berskala besar tersebut karena ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan salah satunya untuk pemulihan ekonomi, sehingga perlu adanya tindakan adaptasi karena ada beberapa hal yang tak dapat dihindari.

Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) menjadi salah satu trobosan baru yang hendak diterapkan diseluruh dunia, hal ini merujuk pada pedoman interim yang diterbitkan oleh WHO yang berisi saran untuk menyesuaikan PHSM/PSBB, disertai dengan pengelolaan resiko lonjakan kasus kembali.

Sabtu, 28 September 2020 telah dilaksanakan kegiatan Dekontaminasi oleh Tim Velox BIN (Badan Intelejen Negara) di Pondok Pesantren Asshodiqiyah, yang di dalamnya terdapat kegiatan positif yang sangat membantu seluruh santri Pondok Pesantren Asshodiqiyah diantaranya Sosialisasi dan Edukasi mengenai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Penyemprotan Disinfektan dan Pemberian bantuan berupa sprayer elektrik, thermogun, vitamin, masker dan hanysanitiser.

Di  Indonesia berbagai sektor saat ini terus menyiapkan dan merumuskan bagaimana konsep Panduan Adaptasi Baru agar dapat diterapkan kembali dengan tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan di setiap wilayah. Peran serta masyarakat untuk disiplin dalam protokol kesehatan menjadi kunci utama.

Adaptasi Kebiasaan Baru adalah sebuah upaya masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan, dalam bentuk perubahan perilaku diri, menjadi lebih disiplin, menjaga kebersihan dan mentaati peraturan protocol kesehatan. Agar masyarakat tetap produktif sekaligus tetap aman dari Covid-19. Disampaikan oleh dr. Jares Clinton salah satu tim Velox.

Kemudian ia menambahkan lagi perlu adanya meningkatkan penerapan protokol kesehatan secara disiplin diantaranya yaitu penggunakan masker, jaga jarak yang ideal, selalu mencuci tangan dengan sabun, mengkonsumsi vitamin dan makanan yang bergizi. Maka dengan trus mendisiplinkan diri dalam menerapkan protokol kesehatan, maka penyebaran Covid – 19 dapat ditekan, hingga nanti vaksin digunakan oleh masyarakat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru