HomeKegiatan PondokSeminar Kesehatan Gigi Pada Rangkaian Acara PEKTAS 2020

Seminar Kesehatan Gigi Pada Rangkaian Acara PEKTAS 2020

-

Asshodiqiyah.id – Jum’at 23 Oktober 2020, Pondok Pesantren Asshodiqiyah usai melaksanakan Seminar yang bertajuk Kesehatan Gigi, sebagai salah satu rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional tahun 2020 yang bertemakan Santri Sehat Indonesia Kuat dan bertepatan dengan Pekan Ta’aruf Santri tahun 2020.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung SMK Asshodiqiyah ini setidaknya telah diikuti seluruh masyarakat Pondok Pesatren Asshodiqiyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah tepat dalam melakukan pencegahan penyakit gigi dan mulut, dan sangat membantu memberikan informasi dan menyadarkan seluruh santri bagaimana pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Penyakit gigi dan mulut di Indonesia menjadi masalah yang umum diderita hampir 90% penduduk. Di berbagai belahan negara berkembang di dunia tak terkecuali di Indonesia penyakit gigi dan mulut umumnya tingkat presentasinya cenderung tinggi dan terus meningkat, hal ini berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Risekdas) tahun 2013 masalah kesehatan gigi dan mulut pada usia anak hingga remaja menghasilkan nilai 28,9% termasuk kategori yang tinggi dengan proposi Effective Medical Demand.

Pada usia anak hingga remaja menjaga kesehatan gigi dan mulut menjadi sangat penting, karena merupakan masa keemasan pada pertumbuhan yang sangat membutuhkan banyak asupan makanan. Dimana jika terdapat kerusakan pada gigi dan mulut maka proses pencernaan juga dapat terpengaruh kualitasnya dan ini sangat menghambatan pertumbuhan dan masuknya makanan kedalam tubuh. Maka dari itu kegiatan ini menjadi langkah positif dan tepat bagi seluruh santri Asshodiqiyah yang masuk dalam masa keemasan tersebut.

Salah satu upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut yaitu dengan melakukan pemeliharaan. Namun orang sering mengabaikan masalah gigi dan mulutnya yang diakibatkan kurangnya pemahaman dan kesadarannya mengenai kesehatan gigi dan mulut, disampaikan oleh drg.

Rizki Amalina, M.Si yang merupakan Dosen Fakultas Kedokteran Gigi UNISSULA, saat menjadi pembicara seminar tersebut. Lebih buruk lagi masyarakat Indonesia lebih suka fokus pada tindakan kuratif (pengobatan) saja, padahal dengan adanya tindakan pencegahan dapat mengurangi kerugian terutama dari segi ekonomi akibat dari pengobatan.

Pengetahuan yang kurang mengenai kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu alasan utama masyarakat abai terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut. Kurang menjaga kesehatan gigi dan mulut mengakibatkan berbagai masalah diantaranya radang gusi, kries gigi (gigi berlubang), gigi sensitive, bau mulut, sariawan dan bahkan dapat memicu penyakit kronis gangguan jantung, ginjal dan kanker. Maka dari itu untuk melakukan kegiatan menjaga kesehatan gigi dan mulut drg. Rizki Amalina, M.Si merekomendasikan tips yang cukup untuk melakukan perawatan yaitu:

Menyikat gigi dengan benar

Melakukan sikat gigi sekurangnya 2 kali dalam sehari, dengan dilakukan secara perlahan dan membentuk pola melingkar yang lembut ketika menggosok gigi, agar plak dan sisa makanan bersih secara maksimal

Memilih sikat gigi yang sesuai

Memilih sikat gigi yang memiliki bulu sikat yang lembut agar menghindari tergoresnya gusi, serta senantiasa mengganti sikat gigi ketika bulu sikat sudah melengkung

Menggunakan sikat gigi yang mengandung Flouride

Kandungan yang terdapat dalam fluoride dapat mencegah kerusakan gigi serta membasmi bakteri yang dapat mengakibatkan bau mulut

Membersihkan bagian lidah

Plak bukan hanya terdapat pada gigi melainkan juga terdapat dalam lidah maka perlu juga rutin dibersihkan dan sekaligus mencegah munculnya bau mulut

Melakukan Flossing

Flossing atau membersihkan sela-sela gigi dengan benang bukan hanya bertujuan untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan tetapi juga mengurangi plak dan peradangan gigi, dan sebaiknya dilakukan sekurangnya 1 kali dalam sehari

Menggosok gigi sebelum tidur

Menjadi bagian yang paling utama dilakukan, karena sisa makanan dalam sehari dapat mengakibatkan penumpukan karang gusi yang cukup banyak terutama bila didiamkan semalaman saat tidur

Menggunakan obat kumur

Meskipun tidak diwajibkan menggunakan obat kumur tetapi dipandang perlu karena keefektifannya dalam mengurangi keasaman di mulut, memberi mineral pada gigi serta membantu gusi dan bagian gigi yang sulit disikat

Mengkonsumsi sayur dan buah

Mengonsumsi sayur dan buah yang segar dapat menstimulasi gigi dan gusi, serta menjaga kesehatannya. Hal ini penting terutama pada anak-anak hingga remaja

Mengurangi konsumsi makanan tinggi asam dan gula

Makanan yang mengandung asam dan gula dapat mengganggu kesehatan gigi dan mulut. Gula dapat menjadi asam di gigi yang mampu mengikis lapisan permukaan gigi dan menyebabkan lubang di gigi.

Hindari merokok

Kandungan nikotin dan tar dalam rokok dapat memberikan warna kuning pada gigi, meningkatkan penumpukan plak gigi, serta merusak gus dan tulang yang menyokong gigi

Memeriksa gigi secara rutin

Hal lain yang sering diabaikan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah menjadwalkan pemeriksaan rutin dengan dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun.  Pemeriksaan dengan dokter gigi berguna untuk memeriksa kondisi gigi dan membersihkan karang gigi yang menumpuk

Dengan ini semua diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian santri dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru