HomeKegiatan PondokSeminar Kesehatan Mental di Hari Santri Nasional

Seminar Kesehatan Mental di Hari Santri Nasional

-

Asshodiqiyah.id – 24 Oktober 2020, telah diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Asshodiqiyah Seminar Kesehatan Mental yang merupakan rangkaian kegiatan dalam acara memperingati Hari Santri Nasional 2020 sekaligus Pekan Ta’aruf Santri tahun 2020, yang tak jauh juga dari hari peringatan Kesehatan Jiwa Sedunia yang merupakan hari antar bangsa untuk pendidikan kesehatan mental, kesadaran dan pembelaan dunia melawan stigma sosial.  

Kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu (tahu potensi dirinya dan direalisasikan), yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stress (tangguh terhadap tekanan), untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya (bisa berkontribusi).

Disampaikan oleh Ibu Auliya Ulil Irsyadiyah, M.Psi., yang tergabung dalam perkumpulan Psikolog RS. Paru Ario Wirawan dan Psikolog Dewasa pada Halodoc dan Senter.id, yang merupakan pembicara dalam seminar tersebut, bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, ia menjadi bagian yang sangat vital untuk mewujudkan kesejahteraan.

Fakta menunjukkan bila terdapat kecenderungan meningkatnya masalah kesehatan mental di tengah masyarakat yang sering abai dengan kondisi ini, tak terkecuali di dalam dunia pendidikan salah satunya di lingkungan pesantren. Kontrol emosional dan fikiran perlu diterapkan di generasi muda yang rentan atas ketidakstabilan dalam mengontrol emosional yang berdampak pada penurunan produktifitasnya dalam menuntut ilmu, maka menjadi langkah yang sangat tepat bila seminar kesehatan mental ini diberikan kepada generasi muda sejak dini agar dapat terlatih dalam mengontrol apa yang ada pada dirinya untuk dapat menghadapi persoalan yang lebih kompleks lagi kedepannya.

Di tengah-tengah masa pendemi saat ini, persoalan kesehatan mental semakin meningkat akibat berbagai dampak negatif dari situasi ini, mulai dari kekhawatiran yang berlebih akan virus corona, kebutuhan ekonomi masyarakat yang terdampak, dan persoalan lainnya yang menambah tingkat stress yang di alami masyarakat. Maka perlu adanya solusi untuk menanggulangi tekanan atau stress yang dialami, diantara lain:

  1. Avoid, menghindari sumber yang menjadi penyebab stress. Jadi penting untuk mengenali darimana sumber stress itu.
  2. Alter, melihat apakah ada yang dapat diubah dari sumber stress tersebut.
  3. Adapt, beberapa hal akan ada kemungkinan untuk tidak bisa dihindari, maka kita perlu menyesuaikan dengan kondisi tersebut.
  4. Accept, terkadang memang ada situasi atau masalah diluar kendali, sehingga yang dibutuhkan adalah melihat dari sudut pandang lain agar dapat menerima kondisi tersebut dengan lebih ringan (berfikir positif).

Dengan hal itu diharapkan siapapun dapat mengkontrol tekanan yang ia alami sehingga dapat melakukan tugas dan kewajibannya secara maksimal dan produktif. Akhir kata pembicara memberikan pesan bahwa:

“Respon kecemasan, ketakutan dan stress yang kita rasakan saat ini merupakan respon normal disituasi abnormal. Perlu bagi kita memberikan ruang untuk merasa stress tetapi jangan lupa juga untuk memberikan batasan waktunya”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru